Sejarah Penemuan Korek Api
Sejarah Penemuan Korek Api
Lebih dari 500 ribu tahun
yang lalu, manusia diyakini telah mengenal cara pembuatan api secara alami.
Manusia pada zaman itu berhasil memanfaatkan benda-benda di sekitar mereka
untuk menciptakan sebuah api dengan cara menggesekkan atau memutar dua benda
sehingga menghasilkan percikan api.
Untuk waktu yang sangat
lama, pembuatan api dilakukan dengan cara menggesekkan dua buah batang kayu
secara terus-menerus hingga menghasilkan bara api. Kemudian metodenya
berkembang dengan memakai cara yang sama, tetapi benda yang digunakannya
berbeda, yaitu menggunakan batu api dan baja.
Metode dengan
benda-benda alam seperti itu berlangsung ribuan tahun, hingga akhirnya pada
1680 seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris, Robert Boyle (1627-1691), melakukan
percobaan dan menemukan fakta bahwa fosfor dan belerang akan segera menyala
bila keduanya saling bergesekan.
Robert Boyle meyakini bahwa nyala api diakibatkan bukan
karena gesekan, melainkan oleh sifat alami dari fosfor dan belerang itu
sendiri. Kesimpulan Boyle itu dipercaya kebenarannya oleh para ilmuwan,
sehingga ia disebut sebagai orang pertama yang menemukan prinsip untuk
menciptakan api secara kimiawi, yang akhirnya membawa pada penciptaan korek api
modern.
Pada awal abad ke-19,
alat pemantik api yang dikembangkan di Eropa menggunakan banyak senyawa kimia
berbeda. Beberapa menggunakan kombinasi senyawa yang ditemukan Boyle, sementara
yang lainnya menggunakan gas hidrogen. Tetapi baik temuan Boyle atau gas
hidrogen memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi, sehingga pemanfaatannya
belum dapat dikatakan berhasil.
Tahun 1827, seorang
ahli farmasi berkebangsaaan Inggris, John Walker, memproduksi sebuah tongkat
sepanjang 0,9 meter yang mengandung belerang peroksida dan dapat digesekkan.
Penemuannya itu dianggap sebagai temuan pertama sesunggguhnya dari korek api
yang kita kenal sekarang ini.
Pengembangan korek api terus dilakukan oleh para ilmuwan dari
berbagai negara. Korek api yang menggunakan fosfor berukuran kecil pertama kali
dipasarkan di Jerman pada 1832. Tetapi korek api kecil itu ternyata masih belum
dapat dikatakan aman untuk digunakan.
Permasalahan tingkat keamanan terus diperbaiki, hingga
akhirnya tahun 1845 ditemukan 'fosfor amorfus'. Carl Lundstrom dari Swedia kemudian memperkenalkan korek
api fosfor merah pertama yang aman untuk digunakan pada 1855. Korek api terus
dikembangkan hingga akhirnya kita dapat melihat bentuknya seperti yang ada
sekarang ini.
Komentar
Posting Komentar