SEJARAH AWAL MULA HADIRNYA FOTOGRAFI BESERTA TOKOH FOTOGRAFI DI INDONESIA
SEJARAH AWAL MULA HADIRNYA FOTOGRAFI BESERTA TOKOH FOTOGRAFI DI INDONESIA
Momen perjalanan bangsa dalam perubahan politik sosial
yang terjadi di Indonesia meninggalkan banyak pelajaran terhadap bangsa ini,
salah satu nya sejarah dimana asal muasal hadirnya fotografi di Indonesia. Pada
tahun 1940 hadirnya seorang petugas medis berasal dari Belanda yang bernama
Juriaan Munich, ia diarahkan untuk mengabadikan tanaman-tanaman serta kondisi alam
yang ada di Indonesia agar mengetahui informasi seputar kondisi alam saat ini. Saat
itu Munich menggunakan daguerrotype, yaitu metode atau proses percetakan
yang diciptakan pertama kalinya oleh dua orang sahabat dari Perancis, Louis
Daguerre dan Nicophere Niepce pada tahun 1834 dan diumumkan pertemuannya di
tahun 1839. Ia yang pertama kali membawa dunia fotografi ke Indonesia dan sejak
saat itu, kamera menjadi bagian dari teknologi modern yang dipakai pemerintah
Belanda untuk menjalankan kebijakan barunya. Penguasaan dan kontrol terhadap
tanah jajahan tidak lagi dilakukan dengan membangun benteng pertahanan atau
penempatan pasukan dan kerangka ini, fotografi difungsikan lewat pekerja
administrasi kolonial, pegawai pengadilan, opsir militer, dan misionaris.
Singkat cerita, pada akhirnya Munich tercatat dalam
sejarah fotografi dan karyanya dianggap paling sukses saat itu karena ia memotret
alam di Jawa Tengah yang dikenal dengan “Kali Madioen”. Kemudian tugas tersebut
diteruskan oleh Adolph Schafer yang tiba di Batavia (sekarang bernama Jakarta)
pada tahun 1844. Schaefer juga berhasil memotret objek-objek foto patung Hindu-Jawa
dan foto Candiborobudur. Sampai akhirnya dua bersaudara asal Inggris, Albert
Walter Woodbury dan James Page datang ke Indonesia pada tahun 1857, yang
menjadi titik terang mulainya sejarah pendokumentasian di Indonesia secara
menyeluruh. Foto-foto yang dihasilkan kedua bersaudara ini adalah seperti, upacara-upacara
tradisional, suku-suku pedalaman dan bangunan-bangunan kuno di Indonesia.
Selama 100 tahun keberadaan fotografi di Indonesia
(1841-1941), penguasaan alat ini secara ekslusif berada di tangan orang Eropa,
Cina, dan Jepang. Berdasrakan survei dan hasi riset di studio foto-foto
komersial di Hindia Belanda, hanya ditemukan empat orang lokal Indonesia yang
menguasainya, salah satunya adalah Kassian Cephas.
Cephas lah yang kemudian mengenalkan dunia fotografi
ke masyarakat Indonesia. Meski demikian, literatur-literatur sejarah Indonesia
sangat jarang menyebut namanya sebagai pribumi pertama yang berkarir sebagai
fotografer profesional. Sampai akhirnya Nama Kassian Cephas mulai terlacak
lewat karya fotografi tertuanya buatan tahun 1875.
Tak hanya Cephas yang menjadi fotografer Indonesia,
akan tetapi ada yang sering disebut Mendur Bersaudara. Masuknya Jepang pada
1942 telah memberikan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menyerap teknologi
ini. Demi kebutuhan propagandanya, Jepang mulai terlatih melihat Indonesia
menjadi Fotografer untuk bekerja di kantor berita mereka, Domei. Pada saat
itulah Mendur bersaudara mendapat kesempatan untuk membentuk imaji baru tentang
bangsa Indonesia.
Frans Mendur bersama kakak nya, Alex Mendur juga
menjadi icon begi dunia fotografer nasional. Mereka kerap merekam peristiwa-peristiwa
penting bagi negeri ini, salah satunya mengabadikan detik detik pembacaan
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Inilah momentum di mana fotografi
benar benar “sampai” ke Indonesia, ketika kamera berpindah tangan dan orang Indonesia
mulai bisa merepresentasikan dirinya sendiri. Karya foto monumental lainnya
adalah foto pidato Bung Tomo, serta karya emas Frans Mendur yaitu foto Seoharto
yang sedang menjemput panglima Besar Jendral Soedirman sepulang dari perang gerilya
di Jogja tahun 1949.

Komentar
Posting Komentar